Panen Buah pala segar hasil dari perkebunan rakyat berlangsung secara meriah di wilayah Kabupaten Aceh Selatan yang terkenal dengan julukan Kota Naga. Kegiatan pemetikan rempah-rempah bernilai ekonomi tinggi ini menjadi penopang utama mata pencaharian sebagian besar warga masyarakat di lereng perbukitan Aceh Selatan. Hasil panen buah beraroma khas tersebut memiliki mutu sangat baik dengan ukuran buah besar serta daging buah tebal yang kaya akan minyak atsiri alami. Petani menyambut masa panen ini dengan penuh rasa syukur.
Para petani memetik buah rempah yang telah matang sempurna di pohon menggunakan galah bambu khusus guna menjaga agar kulit buah tidak rusak saat terjatuh ke tanah. Biji pala dan fuli berwarna merah terang dipisahkan dari daging buahnya untuk selanjutnya dikeringkan secara terpisah di bawah terik sinar matahari. Biji rempah yang telah kering sempurna menjadi bahan baku utama industri minyak atsiri, farmasi, serta kuliner internasional yang bernilai jual sangat mahal. Proses pengolahan awal ini dikerjakan secara teliti oleh para petani.
Kegiatan pemetikan rempah berharga ini memberikan dorongan ekonomi yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat perkebunan di seluruh wilayah Aceh Selatan. Harga jual komoditas rempah biji dan fuli di tingkat pengepul saat ini bertahan sangat stabil, sehingga mampu mendongkrak tingkat pendapatan keluarga petani. Selain dipasok untuk kebutuhan pabrik pengolahan minyak atsiri dalam negeri, komoditas khas Aceh ini juga rutin diekspor ke berbagai negara di benua Eropa dan Asia. Komoditas rempah lokal ini makin membanggakan daerah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus berupaya memfasilitasi para petani komoditas rempah ini melalui penyaluran bantuan bibit unggul serta pelatihan penanganan hama penyakit tanaman. Pembangunan sarana penyulingan minyak atsiri modern juga didorong agar para petani dapat menjual produk olahan turunan dengan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi. Langkah hilirisasi komoditas perkebunan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat posisi daya saing rempah daerah di pasar global. Sinergi ini memperkokoh ekonomi perkebunan Aceh Selatan.
Secara keseluruhan, komoditas buah beraroma wangi ini tetap menjadi aset kebudayaan dan ekonomi paling berharga bagi masyarakat Aceh Selatan dari generasi ke generasi. Keberlanjutan budi daya tanaman rempah ini dijaga secara konsisten melalui penerapan teknik pemeliharaan pohon yang ramah lingkungan. Kejayaan rempah nusantara terbukti terus hidup dan memberikan kemakmuran nyata bagi warga lokal yang mengelolanya. Pengalaman berharga dalam kegiatan panen buah pala ini terus diturunkan kepada generasi penerus.