Polisi Wanita (Polwan) saat ini tidak hanya bertugas di meja administratif atau fungsi pelayanan. Mereka semakin banyak terlibat dalam tugas operasional yang berisiko tinggi, menuntut ketangguhan fisik dan mental. Oleh karena itu, penguasaan Keterampilan Bela Diri adalah kewajiban yang harus dimiliki setiap personel, tanpa memandang gender.
Polri mewajibkan anggotanya menguasai seni bela diri yang terintegrasi, yang disesuaikan untuk kebutuhan kepolisian. Bela diri Polri mencakup berbagai teknik praktis, seperti melumpuhkan lawan, teknik jatuh, dan pertahanan diri tanpa senjata. Keterampilan Bela Diri ini menjadi bekal utama untuk menjalankan tugas di lapangan.
Pelatihan rutin Keterampilan Bela Diri bagi Polwan bertujuan ganda. Pertama, untuk memastikan mereka mampu melindungi diri sendiri dari ancaman fisik saat bertugas, yang bisa datang dari pelaku kriminal atau massa yang anarkis. Kedua, untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi dalam setiap situasi.
Penguasaan Keterampilan Bela Diri menempatkan Polwan pada posisi yang setara dengan polisi laki-laki dalam menghadapi situasi darurat. Ini menegaskan bahwa Polwan adalah aparat penegak hukum yang siap menghadapi tantangan fisik. Ketangguhan ini merupakan kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Beberapa jenis bela diri yang dilatihkan kepada Polwan antara lain teknik praktis dari judo, aikido, dan tarung derajat, yang diadaptasi menjadi Beladiri Polri. Latihan ini tidak hanya fokus pada kekuatan, tetapi juga pada kecepatan, refleks, dan teknik kuncian yang efektif melumpuhkan lawan.
Uji Keterampilan Bela Diri secara berkala menjadi standar mutlak, bahkan sebagai salah satu syarat untuk kenaikan pangkat. Ini menunjukkan bahwa institusi kepolisian sangat serius dalam mempertahankan standar fisik dan kemampuan tempur personel Polwan di seluruh jajaran.
Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, Polwan dapat menghindari penggunaan senjata api. Hal ini selaras dengan pendekatan humanis Polri yang mengutamakan pelumpuhan tanpa menimbulkan cedera serius, menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
Secara keseluruhan, Keterampilan Bela Diri adalah penanda esensial dari profesionalisme Polwan. Hal ini mengukur ketangguhan fisik dan kesiapan mental mereka sebagai garda terdepan kepolisian, memastikan mereka mampu menjadi pelindung dan pengayom masyarakat yang andal dan tangguh.