Diversifikasi usaha pertanian dilakukan melalui puluhan petani Aceh Selatan yang beralih mengembangkan budidaya ikan air tawar menggunakan sistem keramba jaring apung di aliran sungai. Langkah pembudidayaan perikanan darat ini diambil sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memanfaatkan potensi perairan sungai yang jernih dan melimpah di daerah setempat. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan nila, gurame, dan patin yang memiliki nilai jual stabil serta permintaan pasar yang sangat tinggi di pasaran.
Para pembudidaya ikan merakit kerangka keramba menggunakan bahan bambu lokal dan jaring nilon kokoh yang ditempatkan di tepi aliran sungai yang berarus tenang. Mereka menerapkan teknik pemberian pakan teratur serta pemantauan kualitas air harian agar pertumbuhan benih ikan dapat berlangsung secara cepat dan bebas dari serangan penyakit. Bimbingan teknis dari dinas perikanan setempat sangat membantu para kelompok dalam memahami manajemen tata kelola budidaya ikan air tawar yang efisien dan menguntungkan.
Hasil panen dari budidaya ikan keramba ini terbukti memberikan keuntungan ekonomi yang lumayan besar bagi para keluarga pembudidaya di Aceh Selatan. Ikan-ikan segar hasil panen langsung diserap oleh para pedagang pasar lokal, pemilik rumah makan, hingga konsumen luar daerah yang menyukai kualitas daging ikan segar. Diversifikasi usaha ini menjadi solusi tepat dalam menjaga stabilitas penghasilan warga saat musim paceklik tanaman pertanian biasa sedang berlangsung di daerah mereka.
Semangat dari petani Aceh Selatan dalam mengoptimalkan potensi perairan sungai ini mendapat respon dan dukungan yang sangat baik dari pemerintah daerah setempat. Pihak dinas perikanan memberikan bantuan berupa benih ikan unggul, pakan pelet, serta sarana pengujian kualitas air bagi kelompok-kelompok pembudidaya ikan keramba. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan darat daerah serta menciptakan peluang kerja baru bagi pemuda pedesaan yang produktif.
Keberhasilan pembudidayaan oleh petani Aceh Selatan ini akan terus didorong melalui pembentukan koperasi pembudidaya ikan guna mempermudah akses modal dan pemasaran produk secara lebih luas. Pihak pengelola berencana mengembangkan kawasan aliran sungai ini menjadi destinasi wisata kuliner ikan bakar segar berbasis perikanan keramba. Pemanfaatan potensi alam secara bijak dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Semoga usaha budidaya ini semakin sukses dan berkembang.